Jakarta-jejakkasus.info,-Berita Ulasan-
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan aliran dana dari sejumlah
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk pemenangan mantan Ketua Umum Partai
Demokrat, Anas Urbaningrum dalam Kongres Demokrat di Bandung pada Mei 2010.
Pendalaman
itu dilakukan dengan menelaah hasil pemeriksaan awal dalam kasus Anas.
"Kan ada temuan-temuan awal dari hasil pemeriksaan pendahuluan kemudian
ada informasi, kemudian kita klarifikasi dan simpulkan. Makanya kita coba
dalami informasi dan temuan-temuan itu," ujar Ketua KPK, Abraham Samad di
DPR, Jakarta, Senin.
Setelah
melakukan pemeriksaan intensif, lembaga antirasuah itu akan melakukan
pengkajian untuk mendapatkan satu bukti yang konkrit mengenai dugaan itu.
"Kita kaji terus supaya kasus Hambalang bisa terbuka, bisa terbongkar
secara utuh, dan tidak parsial agar tidak menyisakan problem-problem di kemudian
hari," ujar Abraham.
Pria
asal Makassar itu belum bisa menyimpulkan apakah aliran dana BUMN itu memang
untuk pemenangan Anas dalam kongres. Pihaknya, kata Abraham, masih terus
menelusurinya. "Sekarang masih terus didalami. Karena belum ada kesimpulan
maka kita belum bisa sampaikan tentang keterlibatan orang maupun korporasi dan
pada akhirnya nanti kita akan suatu kesimpulan untuk disampaikan ke depan
publik," ucap Abraham.(JK).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar